Jaringan Liberal dan Sekuler Dituding Menyebarkan Paham Rusak, Artawijaya menyerukan penegakkan sistem islam

Jaringan Liberal dan Sekuler Dituding Menyebarkan Paham Rusak,

 Artawijaya menyerukan penegakkan sistem islam

Penulis buku indonesia tanpa liberal, Artawijaya pada seminar nasional dunia Islam sabtu kemarin, tanggal 17 November 2012,  menyerukan agar umat Islam khususnya di Indonesia tidak mudah terpengaruh dengan gerakan dan jaringan Islam sekuler/liberal. Penulis muda spesialis zionisme sekaligus jurnalis ini menilai gerakan dan jaringan Islam sekuler/liberal ini sering kali menyebarkan paham paham dan ideologi rusak yang membahayakan aqidah masyarakat khususnya umat Islam.

“Kita ambil contoh saja JIL (jaringan Islam Liberal), mereka memandang semua agama itu sama maka dari itu berpindah-pindah agama itu halal menurut mereka. Mereka juga menganggap inti dari agama adalah pengabdian kepada kemanusiaan, padahal pengabdian umat Islam adalah semata-mata hanya kepada Allah. JIL hanyalah bagian terkecil saja dari berbagai gerakan dan jaringan liberal yang ada di Indonesia” ungkap beliau di Gedung teather STAIN, kota Pontianak.

Selaras dengan paham liberalisme (kebebasan),  sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan) yang melahirkan demokrasi menurutnya juga tidak cocok untuk umat muslim. Dikarenakan melalui sistem dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat ini hukum yang menjadi pedoman hidup masyarakat dibuat oleh manusia atau parlemen. Hal ini dikatakan beliau sangat bertentangan dengan aqidah Islam dimana aturan-aturan hidup manusia sudah ditentukan Allah SWT. “Bahkan demokrasi itu lahir di Eropa yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan ajaran Islam” tutur arta.

Di luar permasalahan aqidah, Artawijaya juga menuding sistem demokrasi sebagai penyebab berkembangnya pratik-praktik gelap yang dilakoni anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), baik di tingkat pusat maupun provinsi. “mereka (parlemen) berhak membuat hukum, oleh sebab itu berbagai pihak yang memiliki kepentingan tertentu bisa saja memesan kepada oknum-oknum di sana”  ujarnya dengan lantang.

Ditemani slide power point miliknya, Artawijaya memaparkan beragam gerakan dan jaringan liberal/sekuler, beserta paham –paham mereka yang berkembang di Indonesia. Pria berkacamata dan berperawakan sedang ini menilai gerakan dan jaringan liberal/sekuler ‘menunggangi’ istilah Islam tidak lain agar dapat diterima secara umum oleh masyarakat muslim. “Seolah-olah paham liberal dan teman-temannya itu bagian dari khazanah islam” tandasnya

Diakhir seminar yang berlangsung sekitar tiga jam itu, peserta yang terdiri atas mahasiswa dan mahasiswi muslim dari berbagai universitas di kota Pontianak diajak untuk bersama-sama memperjuangkan tegaknya Islam. Menurut beliau, sistem yang sedang diterapkan sekarang adalah penyebab tumbuh dan berkembangnya gerakan/jaringan Islam sekuler dan liberal tersebut. Selain itu, beliau juga menjelaskan dengan diterapkannya sistem Islam maka hukum-hukum Islam dapat diterapkan sekaligus dijalankan secara menyeluruh. “Umat Islam harus mempunyai cita-cita untuk merubah sistem kepada sistem Islam” ujarnya. Walaupun demikian, Artawijaya juga menganjurkan agar tidak su’uzhon atau berburuk sangka terhadap mereka yang tulus ingin menerapkan Islam namun ‘menunggangi’ demokrasi dan bergabung di parlemen. “Selain kudeta maka cara inilah (bergabung di parlemen) yang terbaik, selama tidak menjadikannya pedoman ideologi.” Kata beliau di hadapan 30-an peserta seminar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s