Lemahnya Para Saudara Dikandang Nasionalisme, Derita rakyat palestina berlanjut

Lemahnya Para Saudara Dikandang Nasionalisme

Derita rakyat palestina berlanjut

Manis dan panasnya semangat ini. Manis karena peduli, panas karena sarat laknat. Tiap kali saudara di Palestina dizolimi terlalu banyak yang bicara lantang, tapi luput solusi konkrit yang benar-benar ‘serius’ menyelesaikan masalah mereka. “Laknat kau Israel” atau “Mari selamatkan saudara kita di Palestina” acapkali dikoarkan.

“Mari kita galang dana!” atau yang lebih dalam lagi “Mari kita menjadi relawan digaza!”

Lantas selanjutnya apa? Toh besok, lusa, tulat si ‘jahannam’ itu bisa menyerang lagi. Melongo…. Bingung…

Yang dibutuhkan adalah keseriusan. Jika menggap tangung jawab kita hanyalah pada sisi korban, lantas bagaimana dengan sisi lainnya. Yaitu sisi pelaku yang bandel. Yang tidak cukup ditampar dengan kata2 laknat. Yang menyepelekan puluhan resolusi bilateral maupun internasional.

Satu satunya bahasa yang bisa mereka terjemahkan dengan benar hanyalah Perang (JIHAD). Tentunya jihad tidak tumbuh dari dorongan nasionalisme, karena jihad hakikatnya bukan untuk membela nasionalisme. Nasionalisme juga tak akan pernah menggelorakan Jihad apalagi memberikan ruh Jihad. Akan tetapi jihad murni yang berakar dari dorongan aqidah.

Jihad sejatinya membutuhkan tangan-tangan umat yang bersatu. Biar kuat, biar mantap. Jihad juga pantasnya membutuhkan komando pemersatu. Tidak lain wujudnya adalah Khilfah. Karena hanya dengan khilafah kekuatan umat muslim bisa dipadukan diatas satu komando Sang Perisai. Sang Perisai yang melindungi umat. Sang Perisai Pembela Umat. Sang Perisai yang mendobrak sekat-sekat nasionalisme lalu menaunginya dengan Rahmat Ilahi.

Sudah cukup nasionalisme. Terlalu banyak menguras ketaatan. Demi Allah mereka yang nyawanya terambil, sebagai korban dari pikiran kerdil dan sempit saudara-saudaranya yang mau dibordinasi itu, suatu saat akan menagih tanggung jawab. Tanpa ampun. Muslim macam apa yang mengaku saudara tapi juga rela disekat. Serta muslim macam apa yang mengaku berjuang untuk saudaranya namun menawarkan kandang nasionalisme sebagai solusi (kemerdekaan nasionalisme).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s