Diskusi penerapan islam di suriah dengan Muhammad al-Qasas

Pembawa acara: Terdapat dua kutub isu politik dan militer di Suriah saat ini, yaitu pilihan antara negara agama atau negara sipil. Saya perkenalkan dua pembicara kita pada dialog kita malam ini. Dari Ammad, kita punya anggora dari Koalisi Nasional untuk Revolusi Suriah: Bassam Ishak. Dan juga bersama kita, dari Beirut: Kepala Kantor Pusat Media Hizbut Tahrir: Ahmad al Qassas. Saya ingin mengingatkan kepada para pemirsa bahwa anda juga dapat berpartisipasi dalam dialog ini melalui Twitter dan Facebook.

Ustadz Ahmad, terkait dengan aktivitas militer yang terjadi di Suriah, banyak kelompok yang muncul belakangan ini yang menyerukan selogan-selogan Islam dan Imam tetapi pertanyaannya adalah: Apakah mereka mempunyai satu rujukan? Apakah mereka sedang bekerja di bawah satu payung atau kah mereka adalah kelompok-kelompok yang berbeda yang terdiri dari orang-orang yang mengangkat senjata yang mengangkat slogan Islami, bertempur di bawah wilayah tertentu dan mendeklarasikan Negara Islam seperti kelompok Liwaa’at Tauhid & Jabhat an-Nusrah yang mendeklarasikan Negara Islam di wilayah Aleppo? Besok anda juga akan menyaksikan kelompok kedua di Dier ez-Zur yang juga mengatakan akan mendeklarasikan Negara Islam di wilayah itu. Apakah ada satu rujukan yang jelas untuk kelompok-kelompok militer ini?

Ahmad al Qassas: kita tidak dapat mengubah fakta-fakta ini dalam hal ini bahwa belum ada seorangpun yang mendeklarasikan sebuah negara Islam baik di Allepo maupun di wilayah lainnya. Sebuah naskah perjanjian yang dikeluarkan oleh brigade-brigade militer itu menyebutkan mereka telah menyepakati untuk mendirikan sebuah negara Islam di Suriah, tak hanya di Aleppo. Artinya, tujuan mereka adalah mendirikan negara Islam. Jadi, belum ada seorang pun yang telah mendeklarasikan Negara Islam di bagian manapun di wilayah Suriah. Berkaitan dengan ini, saya ingin mengatakan bahwa di seluruh dunia, sama sekali tak pernah ada revolusi-revolisi yang sejak awal berada di bawah satu organisasi. Dalam setiap revolusi selalu ada berbagai kelompok dan juga bermacam-macam aliran pemikiran yang berbeda. Tapi coba perhatikan bahwa deklarasi ini dibuat oleh sejumlah besar batalion dan juga brigade yang mungkin berbeda-beda dalam hal aliran dan mazhab ijtihad serta fiqih. Namun mereka secara bulat menyepakati masalah ini (pendirian negara Islam). Namun mereka secara bulat menyepakati masalah ini bahwak berbulan-bulan sebelumnya atau lebih lama sebelum itu ada sekelompok revolusioner yang besar di Damaskus dan wilayah lainnya, yaitu kelompok Anshar ul-Islam, dan kelompok ini pun juga dengan tujuan untuk menegakkan negara Khilafah Rasyidah yang sesuai dengan metode kenabian. Dan ini bukan deklarasi yang pertama……

Pembawa acara: Ustadz Ahmad, jika anda berbicara tentang sebuah kelompok yang besar, beritahukan kepada saya berapa besarnya, apakah 500 orang, 100 orang, atau berapa?

Ahmad al Qassas: saya bukan dari anggota pemberontak, jadi saya tidak mengerahui bilangan pastinya, tetapi anda dapat merujuk hal ini kepada para pakar yang memantau perkembangan hal ini setiap hari. Kelompok revolusi paling besar di Damaskus dan juga di wilayah lain adalah dari kelompok Ansar il Islam. Orang-orang ini dan lainnya sepakat untuk menegakkan sebuah Negara Islam di Suriah dan sudah diketahui bahwa mereka tidak sedang menegakkan sebuah negara nasionalis Suriah. Bagaimanapun, mereka sedang mempertimbangkan sebuah kemungkinan bagi mereka untuk menegakkan sebuah negara yang akan berkembang ke seluruh penjuru dunia……

Pembawa acara: Luar biasa, tetapi bagaiman jika kelompok lain melakukan hal yang serupa dengan berkumpul di lokasi yang berbeda dengan jumlah orang yang besarnya sama pula dan mengatakan bahwa mereka menginginkan sebuah negara Sosialis – Komunis di Suriah. Akankah Anda menerima hal itu?

Ahmad al Qassas: Setiap orang bisa menyerukan slogan apa saja yang mereka kehendaki. Tetapi, apakah seruan itu ada dalam realitasnya? Orang-orang yang menginginkan Khilafah ini sesungguhnya sedang mengekspresikan jatidiri dari aqidah mereka . jadi kita tidak bisa mempelajari masalah ini secara logika. Kita lihat orang-orang keluar dari masjid-masjid dan mengatakan, “Kami sambut seruan-Mu wahai Allah, di tepi jalan pengabdian-Mu dan kami tak punya apapun selain Engkau, Wahai Allah SWT”. Dan mereka pergi ke luar dan mengatakan bahwa mereka ingin sebuah negara yang takut kepada Allah SWT. Berkaitan dengan komentar dari tamu Anda yang terhormat, bahwa tidak mungkin ada negara Khilafah yang adil, saya ingin mengatakan kepada setiap sejarahwan yang membaca sejarah Khilafah Rasyidah, telah mengatakan bahwa tidak ada sebuah negara manapun dalam sejarah yang lebih adil daripada negara Khilafah Rasyidah………

Siaran HTI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s