Menjawab Keraguan Khilafah.06

Pernyataan: Tidak ada ayat yang secara eksplisit menyuruh kaum muslimin mendirikan khilafah.

Memang dalam al-Qur’an tidak terdapat istilah Daulah Khilafah. Tetapi, di dalam al-Qur’an banyak ayat menyatakan tentang wajibnya memiliki pemerintahan (negara) dan wajibnya menghukumi dengan hukum-hukum yang diturunkan Allah SWT. Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW untuk mengurus urusan kaum muslimin dengan apa yang diturunkan Allah SWT kepadanya. Perintah ini turun dalam bentuk yang tegas. Wahyu allah tetang ini diantaranya:

“Maka hukumlah mereka dengan apa yang Allah turunkan , dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka, meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu” (TQS. al-Ma’idah [5]: 48).

“Dan hendaklah engkau hukumkan diantara mereka dengan apa yang telah Allah turunkan dan janganlah engkau ikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah bahwa mereka memalingkan engkau dari apa yang Allah turunkan kepadamu” (TQS. al-Ma’idah [5]: 49).

Perintah Allah SWT kepada Rasulullah SAW juga merupakan perintah kepada umat selama tidak ada dalil yang menyujukkan kekhususan kepadanya. Dalam hal ini tidak ada dalil yang mengkhususkan perintah tersebut kepada Rasulullah SAW. oleh karena itu, ayat-ayat tersebut memerintahkan kaum muslimin untuk menerapkan hukum-hukum Allah SWT dalam segala bidang. ‘Aqidah dan Syari’ah, persoalan pribadi, keluarga, dan masyarakat; baik sistem sosial, politik , ekonomi, dan budaya semuanya diperintahkan Allah SWT untuk diatur dengan aturan Islam. Dan ini tidak mungkin terlaksana tanpa adanya kekuasaan. Padahal, kekuasaan terhadap anggota masyarakat akan ada dengan adanya negara (daulah).

Memang benar, tidak ada satu kata Daulah Khilafah pun di dalam al-Qur’an. Kalaupun ada kata dulatan  (beredar) dan khilafah (pergiliran) tidak ada kaitannya sama sekali dengan Daulah Khilafah. Namun, satu hal yang penting dipahami bahwa sumber hukum Islam itu bukan semata al-Qur’an, melainkan juga as-Sunnah, Ijma’ Sahabat, dan Qiyas. Orang yang hanya percaya kepada al-Qur’an dan tidak percaya kepada Hadist (as-Sunnah) termasuk inkar sunnah. Padahal, inkar sunnah bertentangan dengan al-Qur’an itu sendiri. Firman Allah SWT dalam surat al-Hasyr ayat 7: “Dan apa saja yang dibawa oleh Rasul, ambillah! Dan apa saja yang dicegah oleh Rasul, jauhilah!” Kata-kata ma (apa saja) dalam ayat tadi mencakup al-Qur’an dan as-Sunnah. Sebab, yang dibawa oleh Rasul bukan hanya al-Qur’an melaikan juga al-Sunnah.

Selain itu, banyak hukum-hukum yang hanya secara global dijelaskan di dalam al-Qur’an. Sedangkan, rinciannya ditemukan di dalam hadits Rasulullah SAW. sebagai conth, di dalam al-Qur’an hanya diperintahkan shalat. Tetapi, tidak dijelaskan bagaimana urutannya milau takbiratul ihram dampai slam, bagaimana tatacara masing-masing gerakan, apa bacaan pada masing-masing gerakan, kapan saja lima waktu shalat itu, apa saja yang membatalkan shalat, rukunnya juga apa, dan tatacara shalat jama’ dan qashar. Semua itu dijelaskan di dalam as-Sunnah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s